![]() |
| Source: Google |
Ada separuh waktu tergeletak di atas meja
Detiknya jatuh terburai ke lantai, meneteskan kemarin dan esok hari
Tak ada suara apapun di sana
Yang ada hanya detik yang berjatuhan dalam diam
Dan tangisan laki-laki tua yang tak terdengar
Laki-laki tua itu terduduk di atas lantai, menatap sang waktu dengan mata terpejam
Tangannya mengais detik yang terus berjatuhan
Hanya mengais
Dan terus mengais
Tak peduli detik itu tetap meleleh dari sela-sela jari keriputnya
Dan meninggalkannya seorang diri
Dalam lautan detik yang kini melebur
Menjadi guratan yang menyaru dalam ruang tak berujung
Menenggelamkannya semakin dalam
Hingga ke dasar yang tak terlihat oleh siapapun
Tanpa henti
Sampai nanti saatnya tiba
Ketika separuh waktu telah sepenuhnya jatuh ke lantai
Dan kemarin serta esok hari tak lagi tersisa
Detiknya jatuh terburai ke lantai, meneteskan kemarin dan esok hari
Tak ada suara apapun di sana
Yang ada hanya detik yang berjatuhan dalam diam
Dan tangisan laki-laki tua yang tak terdengar
Laki-laki tua itu terduduk di atas lantai, menatap sang waktu dengan mata terpejam
Tangannya mengais detik yang terus berjatuhan
Hanya mengais
Dan terus mengais
Tak peduli detik itu tetap meleleh dari sela-sela jari keriputnya
Dan meninggalkannya seorang diri
Dalam lautan detik yang kini melebur
Menjadi guratan yang menyaru dalam ruang tak berujung
Menenggelamkannya semakin dalam
Hingga ke dasar yang tak terlihat oleh siapapun
Tanpa henti
Sampai nanti saatnya tiba
Ketika separuh waktu telah sepenuhnya jatuh ke lantai
Dan kemarin serta esok hari tak lagi tersisa


0 comments