Jatuh

By Ray Lynx - January 14, 2019

Source: Pinterest

Berderik dan berdecit, aku bisa mendengar ada sesuatu yang bergesekan.

Saat aku memejamkan mata di malam yang berbeda dari biasanya, derik dan decit itu terdengar semakin dekat. Mereka membentuk nada-nada pengantar tidur dan membawaku terhisap ke tempat yang tak kukenal--jauh dari keramaian dan kebisingan.

Di tempat itu, aku menatap lanskap kosong yang lama-lama berubah menjadi gelap sendirian, hanya untuk jatuh dari tempatku berdiri dan mendarat di jurang tak berdasar. Aku berusaha sekuat tenaga untuk menapakkan kaki di udara yang tidak memiliki raga, sampai-sampai aku lupa untuk bernapas dan seluruh tubuhku memberontak untuk hidup.

Ketika aku mulai berpikir ini semua adalah mimpi buruk, tiba-tiba saja aku tersadar. Aku bukanlah malaikat yang bisa mengepakkan sayapnya ke permukaan. Aku hanyalah manusia biasa yang telah lama jatuh. Dan setiap detik yang kulalui saat terjatuh membuatku menanggalkan diriku satu per satu, hingga yang tersisa hanyalah serat-serat kusut tak berbentuk.

Aku sadar aku tak perlu lagi berusaha untuk bernapas, atau memberontak untuk hidup. Jatuh bukan berarti mati. Aku hanya sedang dalam perjalanan untuk kembali ke tempat segala sesuatu dimulai dan berakhir. Kembali ke tempat di mana aku yang lain sedang terlelap, menanti waktu ketika aku berhasil menemukannya di dasar yang gelap, lalu memeluknya hangat dan mengatakan,

"Aku pulang."




Perlahan-lahan, aku kembali ke duniaku yang semula. Mataku lalu mendapati bulu-bulu sayap hitam yang gugur satu per satu dengan lambat di hadapanku. Mereka menari-nari di udara untuk sesaat dan mendarat di tanah yang sedikit basah. Dengan tangan sedikit gemetar, aku mengambil salah satu dari mereka dan menatapnya lekat-lekat. Kujatuhkan tubuhku ke atas tanah--tak peduli dengan bajuku yang kini sedikit basah dan kotor--lalu kunikmati bau hujan yang terasa pekat. Malam itu, aku tersenyum setelah sekian lama.



Dan kini aku tak mendengar derik dan decit itu lagi.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments